Merdeka SEO - Belajar SEO Pemula

Sudah Saatnya kita Belajar SEO untuk Sukses dan Merasa Merdeka dengan adanya SEO! Dapatkan Panduan SEO Gratis, SEO Guide Indonesia

Perlindungan Asuransi Kesehatan Dengan Unit Link Commonwealth Life

Perlindungan Asuransi Kesehatan Dengan Unit Link Commonwealth Life - Peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram mengingatkan kita bahwa sesungguhnya risiko itu dapat terjadi kapan pun, dimana pun dan bisa menimpa kepada siapa pun tanpa pandang bulu. Para korban dari Indonesia yang meninggal pada kecelakaan tersebut mendapat santunan dari perusahaan asuransi syariah, produk yang mereka beli adalah asuransi jiwa dan kecelakaan diri untuk jamaah haji, produk ini memberikan memberikan perlindungan bagi jemaah haji dan petugas haji atas risiko meninggal dunia karena sebab sakit atau kecelakaan serta risiko Cacat Tetap Total dan Sebagian. Masa perlindungan asuransi berlaku sejak jemaah haji atau petugas meninggalkan rumah menuju embarkasi, selama dalam perjalanan ke tanah suci sampai kembali lagi ke rumah. Asuransi itu sangat penting dimiliki untuk berjaga-jaga dari berbagai risiko yang mungkin terjadi.



Perlindungan Asuransi Kesehatan Dengan Unit Link Commonwealth Life, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mengatakan bahwa sebenarnya konsep utama dari asuransi syariah adalah saling tolong menolong antara peserta, jadi yang sehat menolong yang sakit, yang “beruntung” membantu saudaranya yang “kurang beruntung”. Mekanisme risk sharing ini sejalan dengan perintah Rasulullah SAW untuk saling membantu sesama muslim yang sedang ditimpa kemalangan. Asuransi kini semakin terjangkau dengan hadirnya produk asuransi mikro, di AASI sedang dikembangkan produk asuransi mikro bernama SiBijak, kontribusi/preminya hanya sebesar Rp 50.000 per tahun, info lengkapnya dapat ditemukan dihttp://sibijak.aasi.or.id.

Selain itu berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), jumlah tertanggung individu asuransi jiwa sampai kuartal kedua tahun ini mencapai 16,60 juta, meningkat dibandingkan dengan jumlah tertanggung individu per kuartal kedua tahun 2014 yang 11,30 juta orang. Kenaikan signifikan 46,9% ini menunjukkan bahwa asuransi jiwa sudah merupakan suatu kebutuhan bagi seseorang untuk perlindungan atau proteksi diri. Data AAJI mengenai kinerja asuransi jiwa di semester pertama 2015 menunjukkan bahwa pertumbuhan total pendapatan premi asuransi jiwa mencapai 26,6 persen, meningkat dari Rp 53,58 triliun di periode yang sama di 2014 menjadi sebesar Rp 67,8 triliun.

Baru Perlindungan Asuransi Kesehatan Dengan Unit Link Commonwealth Life Menurut Togar Pasaribu, Pjs. Direktur Eksekutif AAJI, saat ini terjadi semacam kontradiksi, yakni pertumbuhan ekonomi melemah namun premi asuransi jiwa justru meningkat. “Sehingga menurut saya, belum tentu pertumbuhan premi asuransi jiwa itu berbanding lurus dengan pertumbuhan perekonomian. Karena dalam kondisi apapun, asuransi dibutuhkan oleh masyarakat. Termasuk dalam kondisi perekonomian yang melambat seperti ini. Sebagai contoh, soal kesehatan. Dalam kondisi perekonomian tumbuh tinggi maupun melemah seperti saat ini, orang yang sakit perlu berobat. Sehingga asuransi kesehatan tetap diperlukan,” katanya.

Sosialisasi mengenai pentingnya berasuransi dan merencanakan keuangan ini menjadi kerja besar yang dilakukan secara bersama oleh regulator (Otoritas Jasa Keuangan) dan pelaku industri asuransi di bawah payung Dewan Asuransi Indonesia.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan spekulasi terkait pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS masih akan terjadi setelah Bank Sentral AS (The Fed) masih menunda penyesuaian suku bunga. "Kita harus tetap menjaga kondisi perekonomian kita, karena dengan belum adanya kenaikan tingkat bunga AS maka akan terus terjadi spekulasi antara mata uang dolar AS dengan semua mata uang negara di dunia khususnya di emerging market, termasuk Indonesia," kata Menkeu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/9).

Menkeu mengungkapkan pernyataan tersebut saat sedang melakukan kunjungan kerja terkait penegahan penyelundupan minyak di Kantor Wilayah Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Batam, Kepulauan Riau. Ia mengatakan pemerintah bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan dalam melewati masa-masa ketidakpastian yang diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun. "Pemerintah, BI dan OJK akan selalu menjaga stabilitas ekonomi dan stabilitas keuangan agar bisa melewati masa-masa yang tidak mudah, masa-masa yang penuh ketidakpastian sambil melihat arah bagaimana nantinya AS melihat kebijakan tingkat bunga," katanya.

Terkait keputusan Perlindungan Asuransi Kesehatan Dengan Unit Link Commonwealth Life untuk menunda kenaikan suku bunga, Menkeu mengatakan bisa memahami keputusan tersebut, meskipun dampaknya justru menambah masa-masa ketidakpastian di perekonomian global. "Terlihat memang beberapa data AS belum menunjang atau mendukung untuk menaikkan tingkat bunga, salah satunya laju inflasi. Disamping itu, pertumbuhan AS masih belum terlalu menjanjikan," kata Menkeu.

Ia mengatakan dalam kondisi sekarang para pelaku pasar telah menyesuaikan (price in) dengan kemungkinan The Fed segera menaikkan suku bunga, dan pemerintah akan terus menjaga kondisi fundamental ekonomi serta pergerakan kurs rupiah agar tidak terus bergejolak. "Sektor keuangan masih ada tantangan, tapi tingkat dolar AS terhadap mata uang saat ini sudah mengasumsikan atau 'price in' dengan kemungkinan tingkat bunga tersebut. Kita akan terus menjaga posisi nilai tukar yang mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia," ujarnya.

The Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuannya di nol persen pada Kamis waktu setempat, akibat masih adanya penurunan dalam perekonomian global sekalipun pertumbuhan Amerika Serikat tetap stabil. Namun anggota pembuat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral AS memberikan kepastian dalam proyeksi yang menyertai pengumuman tersebut, bahwa masih ada kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Menurut Vice President Perlindungan Asuransi Kesehatan Dengan Unit Link Commonwealth Life, penundaan yang dilakukan the Fed semakin memperlihatkan ketidakpastian yang semakin tinggi. Para pelaku pasar dibuat kembali tidak tenang karena menunggu kepastian. “Ketidapastian masih sangat tinggi, kita masih akan menunggu Oktober atau Desember mereka (the Fed) akan menaikkan atau menurunkan suku bunga,” katanya.

Mencari Perlindungan Asuransi Kesehatan Dengan Unit Link Commonwealth Life Namun, menurut Omer, tidak ada alasan bagi the Fed menaikkan suku bunga, terutama melihat kondisi saat ini yang belum stabil, terutama dengan inflasi. “The merasa terpojok, karena mereka (the fed) sudah ngomong duluan (tentang suku bunga), ini pastinya akan menimbulkan ketidakpercayaan dari investor,” jelasnya. Penundaan keputusan the Fed tentu membahayakan pasar keuangan, terutama pergerakan Rupiah. Rupiah pagi ini dibuka kembali melemah ke level Rp14.470 per USD. “Rupiah akan membayangi pasar, karena pasar regional sendiri menanggapi negatif rencana the Fed,” ungkap dia.

Analis Asuransi jiwa NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mengalami penguatan. Merespons ditundanya kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Terlebih lagi menurutnya dalam empat hari terakhir dolar AS mengalami pelemahan terhadap beberapa mata uang khususnya euro dan yen Jepang. "Sekarang The Fed nggak naikkan suku bunga, seharusnya rupiah bisa naik," ujarnya.

Menurut Reza, sebelum pengumuman keputusan Perlindungan Asuransi Kesehatan Dengan Unit Link Commonwealth Life, dolar AS sudah mengalami pelemahan, tapi di sisi lain rupiah kita tidak mengalami penguatan. Hal itu disebabkan karena pasar melihat belum ada perubahan secara makro ekonomi dalam negeri.
0 Komentar untuk "Perlindungan Asuransi Kesehatan Dengan Unit Link Commonwealth Life"

Silahkan kirim komentar anda. kritik dan saran untuk membangun situs ini. Note: Berkomentarlah sesuai dengan topic dan syarat ketentuan situs ini. Di larang berkomentar mengandung link hidup, kata-kata kotor dan segala hal yang melanggar UU di negara ini dan Dunia Internasional.